LimasisiNews, Lebak (Banten) –
Penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri SDN 1 girimukti Kecamatan Cilograng, Kabupaten lebak disinyalir menyalahi ketentuan yang berlaku. Pasalnya bantuan PIP tersebut bukan siswa yang langsung untuk mencairkannya dana bantuan PIP akan tetapi malah di koordinir pihak sekolah secara kolektif tanpa menyertai surat kuasa dari siswa/siswi dan orang tua siswa atau surat pertangungjawaban mutlak (SPTJM).
Untuk pencairan dana bantuan PIP diduga pihak sekolah tidak melibatkan siswa/siswi yang bersangkutan hanya pihak sekolah yang mengetahui untuk pencairan PIP.
Hasil investigasi dan konfirmasi terhadap kepala sekolah SDN 1 Girimukti, Pengolektifan buku rekening dan kartu ATM diduga dilakukan oleh semua sekolah SDN di Kecamatan Cilograng dan kepala sekolah SDN 1 Girimukti menerangkan bahwa dirinya kalau masalah pengolektifan buku rekening dan kartu ATM kepala sekolah SDN 1 Girimukti mengakui bahwa itu terjadi di semua sekolah dasar Negri di Kecamatan Cilograng, kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Dikatakan kepala sekolah SDN 1 Girimukti, Mahaludin “Semua Sekolah SDN dikecamatan cilograng yang melakukan transaksi penarikan saldo dari rekening siswa penerima PIP tersebut semua dikolektif tidak ada yang tidak dikolektif, semuan buku rekening dan kartu ATM PIP dipegang sama pihak sekolah.” Ujarnya.
Ditambahkannya, “Kalau untuk pembagian dana PIP untuk diSDN 1 Girimukti dibagikannya sama dewan guru dan saya mengetahuinya, kan itu menurut saya gak masalah itu sah-sah saja, karena semua SDN dikecamatan cilograng juga seperti itu, tidak ada masalah kok.
Untuk Uang hasil pengumpulan, bukan pungutan yah,dari program PIP, tadinya, mau belikan, ke kaos dan bayar sampul rapot yang dikolektif di sekolah, itu sudah sya kembalikan kepada pihak yang bersangkutan penerima program PIP.
Tadinya sih saya mau beli kaos untuk siswa, untuk siswa perpenerima bantuan program PIP diminta senilai Rp 85.000. Itu untuk bayar kaos dan ditambah Rp 50.000 lgi per siswa untuk bayar sampul rapot, semua yang mendapatkan program bantuan PIP. Harus bayar Rp 135.000 untuk menanggung pembayaran kaos dan sampul rapot, Tetapi sekarang sudah sya kembalikan ke penerima bantuan PIP.
Lebihlanjut, Mahaludin mengatakan, saya tidak mau kalau saya yang salah sendiri karena semua sekolah dikecamatan cilograng juga semua sama mengolektip buku rekening dan kartu ATM PIP semuanya dipegang pihak sekolah.itu kan tidak ada masalah. Tandasnya.
Aktivis Lebak selatan Bendi, mendesak agar pihak dinas pendidikan dikabupaten Lebak segera mengevaluasi dengan adanya kejadian seperti ini, karena kalau dibiarkan perbuatan seperti ini saya menduga akan semakin menjamur dan banyak kejanggalan,bahkan bukan hanya pengolektifan buku rekening dan kartu ATM yang selalu kolektif disekolah,dan terkait dana bos juga saya menduga ada keterlibatan pihak K3S. Ketika rekan media ajang silaturahmi ke sekolah, untuk konfirmasi penggunaan dana BOS, kepala sekolah selalu mengarahkan supaya menghubungi ke K3S.
Lanjut Bendi, saya sudah konfirmasi kepihak K3S Kecamatan Cilograng, Sujatna terkait dana bantuan PIP sah-sah saja untuk dibelikan kaos dan sampul rapot itu gak masalah sudah ada aturannya dan sudah dibenarkan sama aturan,dan untuk pengolektipan kartu PIP itu sah-sah saja. tandesnya Sujatna, terhadap Bendi. Tetapi kan tidak harus buku rekening dan kartu ATM dipegang pihak sekolah. ungkap bendi.
(Sumantri)
Discussion about this post