“Kalau nanti malam diumumkan Lebarannya besok, ya, nanti malam kita masak semuanya. Supaya besok pagi siap,” kata Sahria yang sudah 18 tahun tinggal dan bekerja di Malaysia.
Selain itu, seorang mahasiswa Indonesia asal Sumatera Barat, Wiffy Zalina Putri mengatakan bahwa “merandang” biasa keluarganya lakukan sehari sebelum Idul Fitri. Dari sejak pagi hingga malam, mereka sibuk menyiapkan hidangan untuk esok hari.
“Ketupat, lemang, rendang, opor, kuah sate Padang, semua harus disiapkan sehari sebelum perayaan, hingga esok pagi sudah dapat dihidangkan setelah shalat Idul Fitri,” kata Wiffy yang biasa disapa Fifi.
Tidak hanya bersiap “merandang” menjelang Hari Raya Idul Fitri. Fifi, yang tinggal bersama keluarganya di Malaysia, mengatakan tradisi menjelang hari raya lainnya antara lain adalah menyiapkan baju baru, yang biasanya dibuat dengan warna yang sama untuk sekeluarga.
Tradisi itu, menurut dia, juga biasa dilakukan masyarakat Malaysia saat mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Baju baru menjadi sesuatu yang jarang tertinggal.
Tradisi mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi kegiatan serupa yang dilakukan masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Tradisi tersebut menjadi perekat kebersamaan masyarakat di kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia, seperti yang diusung melalui tema keketuaan ASEAN Indonesia 2023 “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.
ANT./Ed. MN