LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat US$ (Dolar Amerika Serikat/AS) tembus hingga Rp16.000,- per US$ sejak hari kedua Lebaran 2024, pada sesi perdagangan pagi pukul 07.15 WIB, Kamis (11/04/2024).
Google Finance, mencatat bahwa perdagangan Rupiah naik hingga di angka Rp16.013,- per 1 dolar AS (US$) atau naik 0,79 persen dibanding sehari sebelumnya. Bahkan nilai Rupiah sempat menyentuh Rp16.109,25,- per US$ di hari Jumat (12/04/2024).
Rupiah kini di posisi terlemah sejak 26 tahun terakhir. Mata uang Rupiah pernah mencapai level terlemah di Rp16.800,- per US$ pada 17 Juni 1998. Posisi terlemah Rupiah kedua tercatat di Rp15.088,- pada Rabu (03/10/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor.
Hal tersebut diungkapkan oleh Timothy Apriyanto,
Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bidang Ketenagakerjaan saat dikonfirmasi LimaSisiNews, Jumat (12/04/2024).
“Dinamika politik nasional sebelum dan pasca Pemilu (Pemilihan Umum) 2024 sangat mungkin akan memicu krisis kepemimpinan nasional dan krisis ekonomi di Indonesia,” ungkap Timoty.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa lanskap Geopolitik Dunia akan sangat dipengaruhi oleh hasil Pemilu di berbagai negara di tahun 2024 ini.
“Pertanyaan fundamentalnya adalah: apakah melalui Pemilu yang dipercaya sebagai sebuah pilar demokrasi di suatu negara akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemajuan suatu negara, atau justru dengan Pemilu yang tidak demokratis, maka akan mengakibatkan penderitaan rakyat dan mundurnya suatu negara,” paparnya.
“Secara umum ekonomi kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika akan relatif lebih baik dibandingkan dengan Amerika Serikat serta Eropa. Ada kemungkinan terjadi pusaran arus modal akibat benturan arus portofolio modal dengan basis mata uang US$ dan negara-negara maju (hot money) dengan mata uang negara-negara Timur Tengah, Asia, dan Afrika,” lanjutnya.
Sebagian besar pengamat politik Internasional mengkhawatirkan dampak politik jika Donald Trump kembali terpilih di Pemilu USA bulan November 2024.
Kecenderungan terpilihnya kembali Donald Trump pada Pemilu di AS bulan November 2024 juga akan memicu The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.
Perdana menteri Inggris kemungkinan juga akan bergeser ke tokoh Partai Buruh yang merupakan kekuatan oposisi selama 14 tahun.
Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk pertama kalinya menaikkan suku bunga acuan selama 17 tahun terakhir atau sejak 2007. Perekonomian Jepang telah menunjukkan titik terang yang ditunjukkan dengan pulihnya kepercayaan pasar dan ekspansi dunia usaha serta industri di Jepang.
“Sementara perekonomian Global akan terancam stagflasi dan resesi yang akan mulai dirasakan akhir tahun 2024, sebagai dampak domino dari perubahan lanskap geopolitik global. Perang Rusia ke Ukraina yang semakin mengeras, serangan Israel ke Gaza yang semakin brutal, dan memburuknya krisis pangan dan energi global. Negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) seperti Indonesia akan menghadapi persaingan hyper competitive di pusaran arus modal yang sulit,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tingkat inflasi Indonesia pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,52 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau mencapai 3,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).