“Geblegan sendiri merupakan olahraga tradisional yang sudah turun-temurun aktivitasnya dilakukan oleh masyarakat terutama di perbukitan Menoreh, yaitu mengambil aktivitas para pengrajin geblek yang ketika memproduksi gebleknya itu dilakukan sambil bersukacita dan bergembira sambil sesekali digeblek-geblek,” jelasnya.
“Nah, ini kemudian dikemas ulang menjadi olah raga permainan tradisional yang punya daya tarik dan punya kaidah-kaidah keolahragaan, terutama pada sisi lapangan, pada sisi daya tarik, keunikan, skor, reward punishment dan lain sebagainya. Ini kita kemas juga dengan iringan musik tradisional sehingga ini menjadi olah raga yang murah, mudah dan meriah,” tuturnya.
Inti dari olahraga ini, kedua tim bisa beradu cepat dalam memasukkan adonan geblek ke target sasaran berupa tiang bambu. Meski terlihat gampang, tapi dalam praktiknya para pemain harus gesit dan berstamina.
Sebagai pelatih, Joko Mursito berharap timnya bisa menjadi kebanggaan untuk provinsi DIY dan Kabupaten Kulonprogo dengan meraih kemenangan.
Arifin/Ed. MN