Juru bicara OCHA Jens Laerke menekankan bahwa Gaza sangat memerlukan air, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis.
Rafah menjadi satu-satunya perlintasan ke Gaza yang tidak berbatasan dengan Israel..
Pengiriman bantuan menjadi rumit karena urusan pemeriksaan dan dorongan dari AS agar pemegang paspor asing dievakuasi dari Gaza.
Jalan ke arah Gaza sedang diperbaiki setelah terkena hantaman bom dalam dua pekan terakhir.
Seorang pejabat PBB mengatakan, lebih dari 200 truk bantuan siap bergerak dari Sinai di Mesir ke Gaza.
Dalam konflik-konflik sebelumnya, bantuan dikirim ke Gaza selama jeda kemanusiaan melalui gerbang lintas batas Kerem Shalom yang dikendalikan Israel.
Dalam konflik kali ini, Israel bersikeras tidak akan mengizinkan bantuan dikirim dari wilayahnya sampai Hamas melepaskan sandera yang mereka tahan selama serangan 7 Oktober 2023
Bantuan boleh masuk dari Mesir asal tidak jatuh ke tangan Hamas, kata Israel.
Di lain pihak, Mesir menolak menerima pengungsi Gaza di Sinai.
Kondisi itu memicu kekhawatiran dunia Arab pada kemungkinan terjadinya eksodus orang-orang Palestina seperti dulu, ketika mereka terpaksa meninggalkan rumah setelah Israel menyatakan diri sebagai negara.
Mesir juga mengkhawatirkan keamanan di timur laut Sinai, wilayah tempat pemberontakan terjadi 10 tahun lalu, dan risiko terdampak konflik dari Gaza.
Sekitar 1.400 warga Israel tewas dalam serangan awal Hamas, yang merupakan hari paling berdarah dalam sejarah 75 tahun negara itu. Setidaknya 3.800 warga Palestina juga tewas dalam serangan Israel.
Sebagian besar dari para korban di kedua pihak adalah warga sipil.
Sementara itu menurut keterangan Kementerian Kesehatan Palestina pada Jumat, sedikitnya 4.137 warga Palestina meninggal dan sekitar 13,000 lainnya terluka oleh serangan-serang Israel di Gaza sejak konflik meletus.
ANT dari Reuters/ed. MN