“Sebagian besar orang yang berada di dek bagian atas melompat ke sungai dan berenang menyelamatkan diri,” kata Shafeeq.
Menurut perkiraan awal, ada sekitar 40 orang di kapal tersebut, sebagian besar di antaranya diyakini merupakan turis lokal dan beberapa di antaranya adalah anak-anak, demikian kata seorang pejabat Kepolisian Tanur, Jeevan George menjelaskan.
Warga setempat mengatakan kalau kapal penumpang itu baru beroperasi bulan lalu dan memiliki keterbatasan dari segi keselamatan.
Seorang pria mengatakan bahwa ia dan saudaranya memutuskan untuk tidak menumpangi kapal tersebut karena terlihat terlalu ramai.
“Operatornya mengajak lebih banyak orang untuk naik, dengan mengatakan pelayaran tersebut adalah layanan terakhir pada hari itu,” kata pria, yang diidentifikasi sebagai Ibrahim, kepada Manorama.
Menteri Kesehatan India, Kerala Veena George mengatakan bahwa dua korban selamat telah keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan, sedangkan delapan korban lainnya masih dirawat.
ANT. dari Reuters/ed. MN