Menurut Kwintarto, tarian yang memiliki gerakan enerjik ini sesuai aslinya berdurasi kurang lebih 12 menit. Tari ini telah dimodifikasi menjadi tari kreasi Montro. Tujuannya agar dengan mudah dipelajari oleh anak-anak. Namun kreasi Montro ini tidak menghilangkan makna dari versi originalnya.
“Informasinya lebih dari 10 ribu, karena memang yang terdata 10 ribu, tapi beberapa hari sebelum pelaksanaan, masih banyak yang mendaftar. Alhamdulillah antusias generasi muda cinta dengan seni dan budaya sangat kuat, ini perlu dipelihara,” lanjut Kwintarto.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengapresiasi para siswa yang telah berhasil mencetak rekor MURI ini. Namun, lebih jauh dari sekadar prestasi itu, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian generasi muda melestarikan kebudayaannya.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh siswa siswi SMA/SMK/MA, kepala sekolah dan guru guru terutama guru kesenian yang telah melakukan pembinaan dan arahan atas pengembangan seni tradisi di sekolah sekolah,” tuturnya.
Arifin/ed. MN