Dua pria jatuh koma menyusul bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi pada Sabtu (25/03/2023) dalam sebuah demonstrasi tak berizin untuk menentang pembangunan sebuah waduk air untuk irigasi pertanian di bagian Barat Prancis.
Kekeringan terburuk yang dialami Prancis musim panas lalu semakin mempertajam perdebatan mengenai sumber daya air di negara produsen agrikultur terbesar Uni Eropa tersebut.
Para petani menyatakan mereka memerlukan waduk-waduk besar supaya tetap bisa mengairi ladang mereka pada musim panas, sementara kelompok lingkungan menolaknya.
Kelompok-kelompok lingkungan menganggap hal tersebut merupakan tindakan menyia-nyiakan air dan salah satu cara para petani merebut sumber daya yang merupakan kebaikan bersama.
“Unjuk rasa memang normal, tapi bukan berarti kita harus berhenti,” kata Macron.
“Tidak ada yang membenarkan kekerasan di masyarakat demokratis,” tegasnya.
Ant. dari Reuters/ed. MN