“Daerah Galur diproyeksikan menjadi wilayah berdaulat pangan atau swasembada pangan. Bulak sawah di Nglatek ini sangat luas, mencapai 9,6 hektar, dengan hasil panen diperkirakan mencapai 6,27 ton per hektar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa varietas padi yang ditanam meliputi Ciherang, Supadi, Inpan 32, dan IR 64, dengan proses tanam yang dilaksanakan dalam tiga tahap pada tanggal 10, 14, dan 19 Juni 2024. Perawatan dan pemeliharaan dilakukan oleh para petani setempat, termasuk pemupukan dua kali, pemberian herbisida untuk memberantas gulma, serta pengairan menggunakan pompa air karena irigasi yang kurang memadai.
Selain itu, penyemprotan insektisida juga dilakukan untuk mengatasi hama wereng yang mengancam tanaman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan antara masyarakat dan kepolisian, sebagai bentuk investasi keamanan dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa kepolisian bermitra dengan masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Ini adalah terobosan kreatif yang memanfaatkan lahan tidur agar produktif kembali. Kami berharap program ini berkelanjutan dan menjadi simbol kerjasama antara masyarakat dan kepolisian,” imbuhnya.
Kegiatan Panen Raya ini menjadi bukti nyata dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencapai kedaulatan pangan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kulonprogo.
Arifin/Ed. MN