“Namun, saya selaku aktivis sangat menyayangkan hal tersebut karena dapat mencoreng aktivis-aktivis lainnya karena ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,” lanjutnya.
Lebih lanjut Dani menegaskan, selaku aktivis dan sekaligus salah satu masyarakat jogja yang berasal dari luar Jogja, ia sangat mencintaiJjogjakarta.
“Saya berharap jika pelaku vandalisme adalah orang asli jogja, tentunya mari kita jaga bersama, jika bukan warga jogja mari bersama kita ingatkan bersama agar untuk tidak melakukan hal tersebut di jogjakarta,” ujarnya.
Adanya vadalisme di patung Jenderal Besar Sudirman juga sangat miris, Dani menambahkan, beliau pahlawan kemerdekaan dan hari ini beliau sudah tiada, lalu apa salah beliau sehingga divandalisme.
“Aksi harus cadas dan cerdas namun bukan seperti itu kawan, apalagi ada gerakan yang akan mengajak ibu-ibu di Yogyakarta dimana momen ini adalah momen bulan puasa dan menjelang hari raya idul fitri. Ini sangat menodai. Harapan ke depan agar aksi adalah lebih baik lagi,” pungkasnya.
Ar/Ed. MN