LimaSisiNews, Lebak (Banten) –
Pemerintah Desa Mekarmanik, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, diduga mengabaikan pemberitaan beberapa media online terkait jalan poros yang amblas, dengan dugaan adanya pembebasan jalan senilai Rp 20 juta. Dalam sebuah pesan yang diterima oleh salah satu awak media Infoxpos, inisial D, Oknum Kepala Desa (Kades) Mekarmanik, Aliyudin, diduga memberikan pernyataan yang mengandung ancaman.
Saat dikonfirmasi oleh awak media Infoxpos beberapa hari lalu, Aliyudin memberikan tanggapan mengenai pemberitaan tersebut. Ia menyatakan, “Begitulah jalan di kami, selain itu ada juga yang lebih parah. Kata siapa? Harus jelas sumbernya, karena di desa ini banyak lawan politik saya. Maksudnya, katanya ujung-ujungnya ternyata fitnah. Tidak ada pembebasan, saya tidak pernah lihat jalan itu digali. Saya sering lewat di sana, malah malu kalau ada yang menyebutkan hal tersebut.” Ujarnya.
Kades Aliyudin juga menambahkan, “Kenapa baru sekarang masalah ini dipermasalahkan? Terima kasih atas beritanya meski mengiring opini publik yang tidak benar alias fitnah. Semoga ini menjadi penggugur dosa saya, kalau itu kenyataan. Namun, jika itu fitnah, berbicara atau menulis sesuatu yang tidak sesuai kenyataan adalah hal yang lebih kejam daripada pembunuhan. Itu membunuh karakter seseorang.” Tambahnya.