14 Agustus 2021
Medan – Sumut – LimasisiNews.com
PTPN IV Medan dalam melaksanakan panen tandan buah segar (TBS), selalu mengacu pada Surat Edaran Direktur tananam Holding perkebunan atau pun Surat Edaran Sevp ops1 PTPN IV dan biasa nya norma tidak akan banyak perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Namun akhir-akhir ini marak terjadi dibeberapa kebun Unit PTPN IV Medan memanen buah mentah atau biasa disebut dengan kode “F00-F00X”, hal ini tentu akan menjadi sorotan dan pembicaraan publik. sebab dampak yang ditimbulkan akibat mengelola buah mentah sudah pasti akan mempengaruhi citra dan kredibilitas perusahaan.
Memang saat ini ada aturan di PTPN IV, jika pemanen yang memotong buah mentah di kenakan denda, namun sepertinya aturan tersebut sering kali diabaikan oleh pemanen dikarenakan malasnya mengutip banyaknya brondolan yang berceceran sehingga pemanen justru sering memotong buah mentah.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media yang melakukan investigasi ke areal lokasi produksi kebun unit maupun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV, mencatat hingga pada tanggal 01/08/2021 ada temuan sekitar 4598 Tandan buah mentah atau (F00-F00X) milik Kebun Unit Marjandi di lodding Ram (PKS), jika dihitung rata- rata BRT sesuai tahun tanam di afd 1,2,3 kebun Unit Marjandi sekitar 28 kg/tandan atau ada sekitar (128,744) ton buah mentah yang selama ini dipanen oleh Kebun unit Marjandi dari Januari hingga bulan juli tahun 2021.
Begitu juga dengan Kebun Unit Balimbingan dari Januari hingga 31 Juli 2021 tercatat ada sekitar 3075 Tandan buah mentah( F00-F00X) yang sudah masuk dan diolah di PKS, bila dihitung berdasarkan BRT tahun tanam di afd 1-4 yang rata-rata 33 kg/tandan, berarti buah mentah yang sudah di sumbangkan oleh Kebun Unit Balimbingan selama ini mencapai (101,475) ton, Belum lagi buah mentah di kebun unit lain yang diprediksi hingga akhir tahun ada sekitar ribuan ton buah mentah yang terpanen dan masuk diolah ke PKS.
Pantauan awak media, akibat marak nya panen buah mentah, kredibilitas PTPN IV Medan sebagai anak perusahaan, badan usaha milik negara (BUMN) bisa saja dipertanyakan, sebab mengelolah buah mentah yang berlebihan sudah pasti akan mempengaruhi kualitas Rendemen CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Kernel Oil) diprediksi target Rendemen PTPN IV yang digadang gadang 25% agak sulit bisa tercapai, sehingga diperkirakan PTPN IV akan mengalami kerugian yang cukup besar akibat dampak dari marak nya memanen buah mentah tersebut.
Ketika kru media melalukan confirmasi kepada Direktur PTPN IV Medan, Sucipto Prayetno pada hari Jumat 13/08/2021, melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait masif nya hasil panen buah mentah di beberapa kebun unit PTPN IV. Hingga berita ini diterbitkan orang nomor satu dijajaran PTPN IV Medan tersebut tidak juga memberikan balasan, padahal WA beliau online dan pesan yang dilayangkan oleh kru media terlihat sudah terbaca.
(RG/ed.Nova)