Ipong Suhardiyanto, Manager Sepakbola Putri Kabupaten Sleman, yang juga sebagai anggota Eksekutif (Exco) Asosiasi Kabupaten PSSI (Askab PSSI) menyampaikan bahwa adanya regulasi baru tersebut akan membatasi pemain untuk tampil di PORDA, tentunya juga akan menutup impian pemain-pemain berbakat Sleman tampil di PORDA 2025.
“Sebenarnya ironi bagi kami, pasalnya perhelatan sebesar Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dihelat di bumi serambi Mekah mendatang justru tidak ada batasan usia, Aneh memang seharusnya jenjang jelas pembinaan dari regional base untuk target ke timnas Indonesia seakan terputus karena pembatasan usia di gelaran daerah seperti PORDA,” ujar Ipong, Senin (29/07/2024).
Ipong menambahkan bahwa Kabupaten Sleman jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tim untuk mempertahankan emas di PORDA 2025, namun seakan tak percaya, adanya regulasi baru tersebut seperti mengubur mimpi talenta sepakbola putri yang ada di Kabupaten Sleman.
“Salah satu klub sepakbola putri yang berdomisili di Sleman yaitu Putri Mataram selalu memunculkan talenta-talenta sepakbola putri dari Sleman, bahkan aktif menyumbang pemain-pemain ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Pra PON bahkan PON mendatang. Mereka bahkan rajin meyumbang pemain ke Tim-Nas. Ini akan sia-sia nampaknya pembinaan yang dilakukan mereka,” tambahnya.
Ipong yang juga anggota juga turut menyampaikan harapannya terhadap Asprov PSSI DIY untuk mengkaji ulang regulasi tersebut. Menurutnya, aturan tersebut akan membatasi talenta para atlet sepakbola putri di Kabupaten Sleman bahkan di DIY untuk tampil di PORDA.
Arifin/Ed. MN