Tak hanya itu, komoditas telur juga mengalami kenaikan di beberapa pasar hingga Rp30.000,- per kg. Namun saat ini mulai mengalami penurunan harga menjadi Rp28.000,- per kg.
Evi menambahkan bahwa kenaikan ini sangat berdampak di Kota Yogyakarta, terutama Kota Yogyakarta sebagai kota tujuan pariwisata sehingga usaha kuliner banyak membutuhkan pasokan bahan pokok yang juga mempengaruhi harga.
Untuk itu, dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga di masyarakat, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta terus melakukan kegiatan operasi di pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Prawirotaman.
Selain itu juga diadakan operasi pasar tambahan di tujuh pasar yakni Pasar Legi, Pasar Patangpuluhan, Pasar Serangan, Pasar Sentul, Pasar Kotagede, Pasar Pingit dan Pasar Lempuyangan.
“Kita masih proses drop-in barang, sehingga butuh waktu untuk terus memenuhi kebutuhan bahan pokok. Namun tergantung pola konsumsi masyarakat. Diharapkan masyarakat tidak panik terhadap kenaikan menjelang Nataru 2023,” pungkasnya.
Arf/MN