LimaSisiNews, Phnom Penh (Kamboja) –
Sebanyak 77 perhiasan kuno Kamboja yang selama ini dinyatakan hilang, diserahkan oleh keluarga mendiang kolektor barang antik, Douglas Latchford, dan dikembalikan ke Kamboja dari Inggris.
Hal itu disampaikan dalam pernyataan pers Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Murni Kamboja, Senin (20/02/2023).
Harta kuno itu tiba di Kamboja pada Jumat (17/02/2023) lalu, yakni berupa kepingan emas dan logam mulia lainnya, yang dibuat pada periode pra-Angkorian dan masa kejayaan Angkorian, meliputi beragam mahkota, kalung, gelang, sabuk, anting, dan jimat, demikian pernyataan kementerian itu.
Beberapa di antaranya telah ditampilkan dalam buku berjudul “Khmer Gold: Gifts of the Gods“, yang ditulis bersama oleh Emma C. Bunker dan Douglas A.J. Latchford (2008), menurut pernyataan itu, yang juga menyebutkan bahwa banyak dari objek itu yang belum pernah dilihat oleh publik sebelumnya.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa koleksi yang dikembalikan itu merupakan tambahan dari artefak-artefak batu dan perunggu lainnya yang sudah dikembalikan dari Inggris ke Kamboja pada September 2021.
Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Murni Kamboja, Phoeurng Sackona mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas politik telah memberikan kesempatan bagi Kamboja untuk mengambil kembali harta tak ternilai yang dijarah dari kerajaan tersebut selama masa perang yang terjadi puluhan tahun silam.