Menurutnya, karena Klaten ini kota wisata, ke depan Klaten harus menjadi tuan rumah yang baik.
“kita berikan harga yang terbaik. Tentu naik, ya, kita paham karena harga kebutuhan pokoknya naik, tapi, ya, jangan kemudian ganti harga. Istilah kata, ngepruk. Kemudian nanti justru mereka akan mengabarkan kalau beli jangan di Klaten. Boleh naik di momen lebaran tapi, ya, jangan ganti harga,” ujarnya.
Hamenang menambahkan, Klaten tahun lalu menjadi kabupaten dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Ia berharap tahun ini juga sama meski pun modenya turun 30 persen .
Ar/Ed. MN