Peserta juga memperoleh konsumsi kuliner lokal geblek dan tempe benguk, ketela rebus, dan apem dengan wadah yang ramah lingkungan, yakni dari daun mangkuk.
Atraksi di desa wisata Jatimulyo ini sekaligus untuk edukasi wisata ramah lingkungan (sustainable tourism). Sajian kuliner lokal dan homestay juga dapat meningkatkan ekonomi desa.
Sementara itu ketua Desa wisata Jatimulyo Suhandri mengatakan ini merupakan kali ketiga kolaborasi antara dinas Pariwisata Kulonprogo dengan desa wisata Jatimulyo dan (Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Paksi.
“Ini merupakan ajang tahunan yang memang digelar untuk memberi ruang kepada para fotografer burung maupun pengamat burung untuk berkumpul maupun hunting bareng di desa wisata Jatimulyo karena di Jatimulyo masih banyak dijumpai jenis burung, ada 113 jenis burung yang masih bisa dijumpai di desa wisata Jatimulyo,” pungkasnya.
AR