“Harapan kita, kerja keras kita semua ini betul-betul bisa menghasilkan hasil yang optimal. Kita tidak impor lagi bahkan kalau nanti surplus kita bisa ekspor,” ujarnya.
Menurut Sigit, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan terhadap harga serap, baik terhadap jagung basah maupun jagung pipil kering.
“Tentunya harapan kita nanti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dapat membantu mengkomunikasikan dengan Bulog agar penyerapannya bisa lebih baik,” katanya.
Terkait dengan pengeringan jagung, akan terus dilakukan upaya peningkatan, sehingga jagung-jagung dapat terserap dengan harga yang sesuai dengan harapan dari para petani.
Selain itu, lanjut Sigit, kegiatan penanaman jagung diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan dapat mendukung program-program yang lain, seperti men-support kebutuhan makan ternak bagi kegiatan makan bergizi.
“Kegiatan makan bergizi memang membutuhkan ketersediaan pakan ternak, supaya harga ternak nantinya jauh lebih murah dan kualitas gizi untuk program makanan bergizi juga bisa semakin berkualitas,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyerahkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di antaranya mesin tanam jagung dan hand traktor yang akan digunakan untuk penanaman jagung.
Ar/Ed MN