“Untuk kegiatan Touring Gedhen kemarin, itu sebagai ajang silaturahmi kami antar sesama anggota serta kami juga mensosialisasikan penggunaan motor modifikasi roda tiga kepada masyarakat pengguna jalan raya bahwa difabel ini juga bisa menggunakan menggunakan motor roda tiga. Harapan kami ke depan, untuk motor roda tiga sudah familiar di masyarakat bahwasanya motor modifikasi roda tiga bisa digunakan untuk difabel,” jelasnya.
“Kami juga berharap agar pemerintah juga bisa hadir dalam pemenuhan hak-hak difabel terutama kepada pengendara motor roda tiga agar bisa memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan difabel dalam berkendara. Contohnya misalnya memiliki bengkel khusus untuk memodifikasi agar Pemerintah bisa menjembatani supaya difabel ini punya bengkel khusus untuk kendaraan roda tiga yang ber-SNI,” lanjutnya.
Menurutnya, selama ini motor modifikasi khusus untuk roda tiga hanya dibuat apa adanya dan tidak memenuhi standard nasional.
“Selama ini modifikasi motor roda tiga hanya dibuat seadanya dan hanya di bengkel las biasa. Jadi, ya, kurang memenuhi standard nasional. Mungkin harapan kami nanti ada bengkel khusus yang dibackup oleh Pemda (Pemerintah Daerah) mau pun Pemerintah agar modifikasi motor roda tiga ini bisa lebih baik dan memenuhi standard nasional,” pungkasnya.
Meski pun memiliki keterbatasan, namun para anggota difabel yang tergabung dalam KMD ini memiliki semangat yang luar biasa dan mereka saling support antar sesama anggota baik dalam kegiatan sosial dalam masyarakat maupun memberikan bantuan untuk sesama anggota dalam usaha meningkatkan perekonomian mereka.
Ar/Ed. MN