LimaSisiNews, Gunungkidul (DIY) –
Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Istimewa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggelar kegiatan pembinaan bagi para personel yang bertugas menjaga keselamatan wisatawan di kawasan pantai.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul, Edi Basuki, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anggota Satlinmas Rescue Istimewa Gunungkidul sebanyak 99 personel. Mereka bertugas menjaga keamanan di sepanjang garis pantai Gunungkidul yang membentang hingga 72 kilometer. Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan dan bertambahnya destinasi pantai yang dikunjungi, jumlah personel yang ada masih sangat terbatas.
“Personel Satlinmas Rescue bertugas selama 24 jam, tidak hanya dalam penyelamatan wisatawan tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” kata Edi, Rabu (12/02/2025).
“Secara fungsi, mereka lebih difokuskan pada tugas penyelamatan. Namun, insiden yang terjadi di Pantai Drini pada awal bulan lalu menjadi keprihatinan bagi kita semua. Meski Satlinmas telah berupaya sebaik mungkin, kejadian tersebut tidak dapat dielakkan,” lanjutnya.
Edi juga menyoroti perubahan pola kunjungan wisatawan. Jika sebelumnya lonjakan wisatawan terjadi hanya pada akhir pekan atau saat libur panjang, kini kunjungan wisata ke pantai juga terjadi di hari biasa (week-day). Banyak wisatawan yang tidak hanya datang pada siang hari tetapi juga menginap.
“Oleh karena itu, idealnya jumlah personel Satlinmas Rescue ditambah atau setidaknya ditingkatkan kapasitas dan keterampilannya untuk menghadapi tantangan yang semakin besar,” paparnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa pekerjaan yang diemban oleh Satlinmas Rescue Istimewa memiliki risiko tinggi. Oleh sebab itu, setiap personel harus memiliki spesialisasi dalam bidang penyelamatan serta menjaga kondisi fisik yang prima.
“Pekerjaan ini penuh dengan tantangan dan risiko tinggi, sehingga semua personel wajib memiliki keterampilan khusus dalam penyelamatan. Kesehatan juga menjadi prioritas utama. Saya berpesan agar seluruh personel menjaga kondisi fisik agar selalu siap dalam kondisi darurat,” ujar Sunaryanta.